KESESUAIAN PENATALAKSANAAN TERAPI FARMAKOLOGI VITAMIN C DAN ANTIVIRAL TERHADAP PASIEN COVID-19 KATEGORI SEDANG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA

Nela Simanjuntak, Yosa Shinta Tiara Tewu, Rickchard Makawimbang

Sari


Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit jenis baru yang disebabkan oleh virus yang
dinamakan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Jumlah kasus positif
terkonfirmasi di Indonesia hingga 30 April 2021 berjumlah 1.668.368 orang dengan total kematian
45.521. Sedangkan untuk data pasien Covid- 19 di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Kota Bitung
data pasien positif per tanggal 30 April 2021 berjumlah 1.236 orang dan pasien meninggal 41 orang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tatalaksana terapi dan tingkat kesesuaian pemberian
terapi pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa data rekam medik pasien Covid-19 selama 6 bulan dimulai dari
bulan November 2020 sampai April 2021. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode
purposive sampling dan teknik random sampling pada setiap data pasien yang memenuhi kriteria
inklusi. Sesuai rekomendasi Persatuan Dokter Paru Indonesia, Rumah Sakit Daerah Umum Bitung
menggunakan antivirus dan vitamin pada terapi pasien Covid- 19, hasil yang diperoleh menunjukkan
kesembuhan 100% dan dari data yang diperoleh dan menunjukan pencapaian presentase yaitu 82,4%
dalam jangka waktu 6 bulan serta bisa dikatakan dalam kategori baik dan sesuai dengan pedoman yang
dikeluarkan oleh Persatuan Dokter Paru Indonesia.

Kata kunci : Covid-19, Antivirus, Rumah Sakit, Terapi Pasien.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Azizah, S. A. 2021.“Ini Penyebab Perempuan

Lebih Banyak Alami Long Covid”.

https://republika.co.id/berita/qql4up46

/ini-penyebab-perempuan-lebihbanyak-alami-long-covid, diakses 7

juni 2020.

Bimantara, D. E. 2020. “Peran Vitamin C

dalam Pengobatan COVID-19”.

https://juke.kedokteran.unila.ac.id/inde

x.php/majority/article/view/2687

diakses 18 september 2020.

Cai Q et al. 2020. “Experimental Treatment

with Favipiravir for COVID-19 : An

Open-Label Control. Engineering”.

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/3234

/ diakses 10 maret 2020.

Fried et al. 2021. “Mental Health and Social

Contact During the COVID-19

Pandemic: An Ecological Momentary

Assessment Study”.

https://journals.sagepub.com/doi/full/1

1177/21677026211017839, diakses

agustus 2021.

Kemenkes. 2020, Januari Jumat.

KEMENTERIAN KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA.

https://www.kemkes.go.id/ diakses 2

april 2020.

Makmum, A “Pengaruh Vitamin C Terhadap

Sistem Imun Tubuh Untuk Mencegah

dan Terapi Covid-19”.

https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/mo

luccamedica/article/view/2498 diakses

juni 2020.

WHO. 2020. “Infection prevention and

control during health care when novel

coronavirus (Ncov) infection is

suspected”.

https://www.who.int/docs/defaultsource/coronaviruse/gettingworkplaceready-for-covid-19.pdf diakses pada 12 mei 2021.

PDPI. 2020. “Panduan Praktik Klinis”:

Pneumonia 2019-nCoV. PDPI .

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D. Bandung :

Alfabeta, CV.

WHO. 2020. “Infection prevention and control

during health care when novel

coronavirus (Ncov) infection is

suspected”.

https://www.who.int/docs/defaultsource/coronaviruse/gettingworkplace- ready-for-covid-19.pdf

diakses pada 20 mei 2020.

Zhou D, D. S. 2020. COVID-19: “A

recommendation to examine the effect

of hydroxychloroquine in preventing

infection and progression. J Antimicrob

Chemother”.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/arti

cles/PMC7197521/ diakses pada 25

September 2021.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.