PENGGUNAAN FTIR-ATR ZnSe (FOURIER TRANSFORM INFRA RED) UNTUK PENETAPAN KADAR KUERSETIN DALAM TEH HITAM (Camellia sinensis L.)

Wiwin - Winingsih, Mursyida - Ulfa, O - Suprijana

Abstract


Abstrak

Kuersetin adalah senyawa yang memiliki efek antioksidan dan terdapat pada berbagai macam tumbuhan, salah satunya teh hitam. Pada penelitian ini kuersetin pada teh ditetapkan kadarnya dengan cara FTIR ATR ZnSe. Metode FTIR ATR (attenuated total reflectance) merupakan teknik FTIR sederhana dan dapat digunakan pada pengukuran sampel dalam bentuk padat dan cairan. ATR merupakan teknik yang sangat cepat dan hanya memerlukan sampel dalam jumlah yang sedikit. Sampel teh diekstraksi dengan pelarut etanol 96% secara sonikasi dan dihidrolisis menggunakan HCl 1N. Analisis kuantitatif didasarkan pada nilai absorbansi pada bilangan gelombang 1508 cm-1- 1513 cm-1yang merupakan nilai serapan gugus C=C pada kuersetin. Pembuatan kurva kalibrasi dilakukan dengan menggunakan metode penambahan standar kuersetin dengan lima variasi konsentrasi, yaitu 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% ke dalam 50 mg sampel. Berdasarkan hasil perhitungan kurva kalibrasi diperoleh kadar kuersetin dalam sampel yaitu 0,186%. Kinerja analitis yang dilakukan diantaranya akurasi, presisi dan linearitas. Uji akurasi dilakukan pada konsentrasi teh yaitu 80% (40 mg sampel + 10 mg KBr), 100% (50 mg sampel), 120% (50 mg sampel + 10 mg kuersetin standar), ketiganya memenuhi parameter akurasi yang dipersyaratkan yaitu pada rentang 98% - 102%. Presisi dilakukan dengan menghitung RSD yaitu 1,72 memenuhi rentang nilai RSD ≤ 2,5. Uji linearitas dilakukan terhadap standar kuersetin dengan lima variasi konsentrasi, yaitu 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% memiliki nilai koefisien korelasi (r) 0,93 dengan rentang konsentrasi 0,1 – 0,5%. Analisis kuersetin dengan metode FTIR-ATR ZnSe menunjukkan kinerja analitik yang baik dengan nilai akurasi dan presisi memenuhi standar validasi.

 

Kata Kunci: Kuersetin, Teh Hitam, FTIR-ATR ZnSe

 

Abstract

Quercetin is an antioxidant agent that widely produced by plant, one of it is tea. In this research the determination of quercetin from black tea was carried out by FTIR ATR ZnSe method. FTIR ATR ZnSe techniques are simple and can be used in the measurement of the sample in the form of solids and liquids. ATR is a technique that is very fast and requires only small amounts of sample. The sample was extracted by sonication using ethanol 96% as the solvent and hydrolyzed by HCl 1N. The quantitative analysis was based on the absorbance value at wave number 1508 cm-1 to 1513 cm-1which was the absorbance of C = C group in quercetin. Calibration curve was made by standard addition method. The concentration of standard quercetin used was 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% and 0,5% in 50 mg of sample. The concentration of quercetin in the sample was calculated from the calibration curve and the result was o,186%. the performance of analytical method was determined by measuring accuracy, precision and linearity. Accuracy test carried out by using the concentration of tea 80% (40 mg sample + 10 mg KBr), 100% (50 mg sample), 120% (50 mg sample +10 mg standard quercetin), the result met the parameters required accuracy which is in the range of 98% - 102%. Precision was determined by calculating the RSD the result was 1,72,that was fulfill the required RSD value, which is RSD ≤ 2,5. Linearity test performed on quercetin standard with five variations of concentration, namely 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% and 0,5% which had the correlation coefficient (r) 0,93 in the concentration range of 0,1 – 0,5%. Analysis of quercetin with FTIR-ATR method showed good analytical performance based on the value of accuracy and precision that met validation standards requirement.

 

Keywords: Quercetin, Black tea, FTIR-ATR ZnSe


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ajeng, N.,2015, Pengembangan Metode Anallisis Kuersetin dari The Hitam (Camellia Sinensis L.) Menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared), Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Bandung.

Gupta, A., Sheth, N.R., et al. 2015. Determination of quercetin a Biomarker in Hepatoprotective Polyherbal Formulation through HPTLC. Journal of Chromatography & Separation Techniques.Vol. 1 : 19-22.

Harbone, J.B. 2006, Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganilis Tumbuhan, diterjemahkan Padmawinata, K. dan Sudiro, I. Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung. Hal : 84-87.

Harmita. 2004. Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya, Majalah Ilmu Kefarmasian. Vol. I(3) : 117 -135.

Hughes,J., Ayoko,G., et al. 2013. Rapid Quantification of Methamphetamine using Attenuated Total Reflectance Fourier Transform Infrared Spectroscopy (ATR-FTIR) and Chemometric Oplosone, 7(8): 1-7.

Mulja, M, Suharman. 1995. Analisis Instrumental. Surabaya: Airlangga University Press. Hal : 14.

Towaha, J. 2013. Kandungan Senyawa Kimia pada Daun Teh (Camellia sinensis L.). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 19(3): 12-16.




DOI: http://dx.doi.org/10.58327/jstfi.v5i1.53

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 
 
 
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats View MyStat